Thursday, November 29, 2012

Market Review 29/11/2012

Market Review
 
Dow Jones Rabu malam ditutup menguat 107 poin atau 0,83% pada 12.985 terutama atas pernyataan presiden Obama dan juru bicara Gedung Putih John Boehner mengenai perkembangan isu Fiscal Cliff . Pernyataan dari Gedung Putih juga turut menopang pergerakan saham Eropa kemarin yang sempat dilanda aksi jual setelah investor menyadari dampak restrukturisasi utang Yunani terhadap perbankan negara tersebut. Wall Street tidak menerima rilis data signifikan kemarin.
 
Presiden Obama kemarin mengeluarkan pernyataan dihadapan anggota Kongres dan pelaku bisnis bahwa kesepakatan atas Fiscal Cliff  bisa dicapai sebelum hari Natal. Pernyataan ini didukung oleh juru bicara Gedung Putih John Boehner. Boehner menyatakan bahwa partai Republik cenderung untuk kompromi atas agenda presiden Obama untuk mengenakan pajak pada kelompok pendapatan USD 250ribu atau lebih, namun hal ini harus diimbangi oleh pengurangan pengeluaran dari sektor lain. Investor saham Amerika kemarin merayakan pernyataan kedua pihak tersebut dengan aksi beli. Fiscal Cliff  adalah pengurangan anggaran sebesar sekitar USD 500 miliar yang akan otomatis efektif 1 Januari 2013, jika Kongres tidak memperpanjang UU yang berlaku sekarang. Pengurangan anggaran ini akan berdampak negatif signifikan pada pertumbuhan ekonomi Amerika 2013, yang menjadi sumber kekhawatiran investor saham.
 

Pernyataan dari Gedung Putih juga menopang pasar saham Eropa. Kemarin pasar saham Eropa dilanda aksi jual atas paket restrukturisasi utang Yunani yang akan berdampak kerugian bagi pemegang obligasi di sektor perbankan. Dengan restrukturisasi utang tersebut, pemegang obligasi terpaksa menerima pengembalian pokok utang yang lebih rendah dari face value.
  

News Highlights
 
Jelang tutup tahun, Bumi Serpong Damai (BSDE) mengharapkan laba bersih dapat tembus Rp 1 triliun pada akhir tahun 2012.Hal ini sesuai target pertumbuhan laba bersih sebesar 15%-20% yang dicanangkan perseroan. Hingga kuartal III/2012, perseroan telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 902 miliar atau tumbuh 31%, dengan pendapatan tumbuh 27% menjadi Rp 2,63 triliun. Pencapaian itu dicapai dalam jangka waktu dua tahun setelah akuisisi tiga perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Perrtiwi Tbk, PT Sinar Mas Wisesa, dan PT Sinar Mas Teladan. Selain itu perseroan mencatatkan rasio marjin keuntungan meningkat menjadi 65% di laba kotor dan 34% di laba bersih. Pencapaian itu berasal dari rilis produk-produk mid dan upper market. (Neraca)
 
Hingga September 2012, Bumi Serpong Damai (BSDE) mencatatkan marketing sales mencapai Rp 3,1 triliun. Proyek BSD City menjadi kontributor utama marketing sales sebesar 72%.Sedangkan kontributor terbesar selanjutnya adalah angka penjualan pemasaran dari proyek kota Wisata Cibubur, Grand Wisata Bekasi, dan Taman Permata Buana. (Neraca)
 
Perusahaan Gas Negara (PGAS) berencana untuk menyelesaikan proyek akusisi satu blok gas baru akhir tahun 2012 yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp 5 triliun. (Neraca)
 
Adaro Energy (ADRO), tahun depan, memasang target produksi batubara sebesar 50,4 juta ton atau naik 5% dari target pencapaian hingga akhir 2012 sebesar 48 juta ton. (Neraca)
 
Bumi Resources (BUMI) menargetkan produksi batubara sekitar 85 juta ton di tahun 2013. Produksi batubara pada tahun 2012 diperkirakan mencapai 73-75 juta ton dari dua perusahaan besar batubara yang dimiliki yakni KPC dan Arutmin. Perseroan optimistis pada 2014 perseroan dapat memproduksi sekitar 104 juta ton pada 2014.  (Neraca)
 
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) memperkirakan tambahan lapangan kerja sebanyak 2,5 juta pada 2013. Sektor manufaktur diduga akan menjadi sektor yang menciptakan lapangan kerja terbaru paling banyak, yakni 936 ribu, disusul oleh sektor konstruksi (511 ribu) dan perdagangan (491 ribu). Menurut Kemenakertrans, jumlah angkatan kerja akan bertambah dari 118,04 juta tahun ini menjadi 120,26 juta tahun depan. Dengan demikian, tingkat penganguran diproyeksikan turun dari 6,14% pada 2012 ke 5,78% di 2013. (Investor Daily)
 
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa pemerintah akan memperluas pembatasan pemakaian BBM bersubsidi ke sektor logistik dan kehutanan. Dengan demikian, kapal barang dan kendaraan di sektor kehutanan akan dilarang memakai solar bersubsidi. Sebelumnya, pemerintah telah melarang konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas di Jawa dan Bali serta kendaraan perkebunan dan pertambangan. Sementara itu, pemerintah akan meminta tambahan kuota penjualan BBM bersubsidi 2012 ke DPR sebanyak 1,2 juta kiloliter, dari kuota sebelumnya yang sebesar 44,04 juta kiloliter. Dengan demikian, subsidi BBM akan naik Rp 6 triliun. (Bisnis Indonesia)
 
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan realisasi investasi sebanyak Rp 97,5 triliun pada 1Q13 atau sekitar 24% dari target setahun. Selama 9M12, BKPM memberi persetujuan investasi sebanyak US$ 75 miliar. Dari angka ini, yang bisa direalisasikan pada 2012 baru sebanyak US$ 32 miliar, sehingga US$ 43 miliar sisanya akan direalisasikan pada 2013. (Kontan)
 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.