Wednesday, November 28, 2012

Market Review 28/11/2012

Market Review
 
Dow Jones Selasa malam ditutup turun 89 poin atau 0,69% pada 12.878 terutama karena didominasi oleh kekhawatiran investor mengenai perkembangan kesepakatan Fiscal Cliff antara partai Republik dan Demokrat. Kekhawatiran ini tidak bisa diimbangi oleh serangkaian rilis data ekonomi yang di atas estimasi konsensus dan oleh perkembangan kesepakatan di Eropa mengenai dana talangan ketiga untuk Yunani.
 
Diskusi mengenai Fiscal Cliff akan dilanjutkan pada Rabu malam ini dan akan melibatkan pihak yang lebih luas termasuk pelaku bisnis. Kekhawatiran yang memicu aksi jual kemarin kembali berasal dari apakah Kongres yang terdiri dari wakil partai Republik dan Demokrat bisa mencapai kesepakatan untuk menyusun anggaran belanja Amerika untuk tahun 2013 sebelum 1 Januari tahun depan , yang dipicu oleh komentar salah seorang senator yang mengatakan “little progress has been made in the last 10 days”. Jika UU subsidi pajak dan anggaran yang diberlakukan sejak jaman presiden Bush tidak diperpanjang sebelum 1 Januari 2013, pertumbuhan ekonomi Amerika akan kena dampak signifikan atau terjatuh dalam Fiscal Cliff.
 

Kemarin Wall Street menerima rilis data Consumer Confidence untuk bulan November,dan Durable Orders untuk bulan Oktober, dan keduanya di atas estimasi konsensus, namun rilis data ini tidak bisa mengimbangi kekhawatiran investor atas perkembangan isu Fiscal Cliff.
 
Sementara itu, pasar saham Eropa kemarin ditutup rata-rata menguat atas perkembangan restrukturisasi utang Yunani ( penurunan bunga pinjaman dana talangan, memperpanjang jatuh tempo dari 15 tahun menjadi 30 tahun, penangguhan pembayaran bunga selam 10 tahun). Sudah disepakati bahwa Yunani akan menerima dana talangan selanjutnya yang akan dibayarkan pada 13 Desember 2012 sebesar 34,4 miliar euro (sebanyak 23,8 miliar euro untuk perbankan dan 10,6 miliar euro untuk bantuan anggaran). Dana ini merupakan bagian dari paket dana talangan kedua sebesar 130 miliar euro. Zona euro berkomitmen menalangi Yunani senilai 240 miliar euro lewat dua kali paket dana talangan. Yunani juga mendapat pengampunan utang lebih dari 100 miliar dari investor swasta. Sementara, haircut utang oleh investor publik kemungkinan harus dilakukan mulai 2016, ketika Yunani diprediksi mencapai surplus anggaran primer.
  

News Highlights
 
Bumi Resources (BUMI) akan membayar utang sebesar USD 271 juta yang jatuh tempo pada 2012-2013. Perinciannya, sebanyak USD 17 juta jatuh tempo pada kuartal IV tahun ini dan USD 254 juta pada tahun depan. (Investor Daily)
 
Waskita Karya (WIKA) mengincar sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnus). Perseroan membidik kontrak baru sebesar Rp 1,7 triliun di wilayah itu pada 2013. Adapun target total kontrak baru tahun depan mencapai Rp 14 triliun. (Investor Daily)
 
Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 30% sepanjang 9 bulan tahun ini seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan. Hingga kuartal III/2012, produsen semen bermerek “Tiga Roda” ini mencatatkan perolehan laba bersih Rp 3,37 triliun, naik dibandingkan dengan perolehan yang sama pada tahun lalu Rp 2,59 triliun. Kenaikan tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatn sebesar 26,5% menjadi Rp 12,37 triliun dari Rp 9,78 triliun. Hal ini mengakibatkan marjin bersih perseroan naik menjadi 27,22% dari 26,49%. (Bisnis Indonesia)
 
Intiland Development (DILD) menargetkan pendapatan tahun depan tumbuh 30% menjadi Rp 1,56 triliun dibandingkan dengan target 2012 sebesar Rp 1,2 triliun. Perseroan menyatakan target yang dipatok perseroan tersebut akan berasal dari proyek perumahan dan kawasan terintegrasi (mixed use) yang marketing salesnya dibukukan pada laporan keuangan tahun depan. (Bisnis Indonesia)
 
Pada tahun depan, Intiland Development (DILD) berencana membangun sedikitnya empat proyek kawasan superblok, antara lain, Kebon Melati, Regatta, dan WestOne City di Jakarta. Di Surabaya, perseroan berencana membangun kawasan superblok dengan nama Praxis. Keempat proyek tersebut baru kontribusi terhadap pendapatan usaha perseroan pada 2014. Untuk mendukung rencana proyek ini, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 1,96 triliun. (Bisnis Indonesia)
 
Ramayana Lestari Sentosa (RALS) memproyeksikan laba bersih Rp 510 miliar pada tahun depan, atau meningkat 15,9% dari target akhir tahun ini sebesar Rp 440 miliar. Peningkatan laba itu seiring dengan target penjualan perseroan yang juga diprediksi tumbuh 24% atau mencapai Rp 9,3 triliun dibandingkan dengan target penjualan tahun ini Rp 7,5 triliun. (Bisnis Indonesia)
 
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengeluarkan peraturan baru yang mengecualikan sektor tertentu dari pemberlakukan upah minimum provinsi (UMP) yang baru. Ini karena penolakan terhadap UMP bisa dijalankan melalui proses bipartit atau pengajuan penangguhan oleh perusahaan. Menurut Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, ada tiga industri yang disarankan untuk mengajukan penangguhan UMP baru ini, yakni industri tekstil, sepatu, dan garmen. Untuk membatasi dampak kenaikan upah, pemerintah juga membuka peluang untuk memberi insentif nontunai bagi perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. (Bisnis Indonesia)
 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.