Thursday, November 22, 2012

Market Review 22/11/2012

Market Review
 
Dow Jones Rabu malam ditutup naik 48 poin atau 0,38% pada 12.837 terutama atas rilis data tenaga kerja dan berita telah disepakatinya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Palestina kemarin malam.
 
Kemarin Wall Street menerima rilis data tenaga kerja dengan klaim pengangguran baru mingguan pada 410ribu unit vs. estimasi konsensus pada 423ribu unit. Klaim pengangguran lanjutan juga lebih baik dari perkiraan investor pada 3,3juta unit vs. estimasi konsensus pada 3,4 juta unit. Rilis data ini mampu menopang aksi beli dimana sejak awal perdagangan indeks DJIA berada pada teritori hijau. Selain itu rilis berita gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang efektif pada Rabu malam turut kontribusi pada penguatan DJIA. Kesepakatan gencatan senjata ini menyusul mediasi yang dilakukan oleh Amerika dan Mesir.
 
Harga WTI kemarin ditutup menguat 0,66% pada USD 86,93/barel ditopang juga oleh rilis data persediaan minyak Amerika yang di bawah perkiraan investor.



News Highlights
 
Unilever Indonesia (UNVR) berencana mencairkan fasilitas dari Unilever Finance International senilai Rp 450 miliar pada tahun depan, untuk menambah kapasitas produksi, distribusi dan perbaikan operasi. Perseroan memiliki fasilitas pendanaan entitas Unilever Holding dari divisi pembiayaan Unilever Finance International senilai Rp 1,2 triliun. Sebanyak Rp 750 miliar sudah terpakai, sisanya Rp 450 miliar kemungkinan digunakan tahun depan. Fasilitas tersebut diberikan dengan tingkat bunga 7,35% atau lebi rendah dari tingkat bunga kredit yang berada pada kisaran 9% - 11%. (Bisnis Indonesia)
 
Ciputra Development (CTRA) menyiapkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk mengembangkan 10 proyek baru tahun depan. Setiap proyek, nilai investasinya sekitar Rp 50 miliar. Perseroan menyatakan proyek baru perseroan pada 2013 bakal didominasi oleh proyek residensial. Perseroan berencana mengembangkan 10-15 proyek di berbagai daerah. Saat ini, sebanyak 45 proyek yang dikerjakan oleh perseroan sudah tersebar di 33 kota di Indonesia. (Investor Daily)
 
Tahun depan, Ciputra Development (CTRA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 50% menjadi Rp 4,5 triliun dibandingkan estimasi tahun ini Rp 3 triliun. Adapun marketing sales diproyeksi menembus Rp 10 triliun atau naik 50% dibandingkan target tahun ini Rp 6,4 triliun. Peningkatan marketing sales akan ditopang oleh 10 proyek baru residensial. Proyek residensial masih akan berkontribusi sebesar 80% dari total pendapatan perusahaan. Sedangkan pendapatan berkelanjutan (recurring income) dari hotel dan mal diperkirakan menyumbang 20%. (Investor Daily)
 
Bank Indonesia memperkirakan surplus neraca pembayaran sebesar US$ 1,9 miliar pada 4Q12, lebih tinggi dari US$ 834 juta pada 3Q12. Akan tetapi, neraca transaksi berjalan diproyeksikan mengalami defisit US$ 5 miliar, setara dengan 2,2% dari PDB. Bank sentral memproyeksikan neraca pembayaran yang lebih stabil pada 2013, selaras dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sebesar 6,5%–6,7% dan inflasi di sekitar 5%. Menurut Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo, BI rate akan bertahan di 5,75% jika kondisi ekonomi tetap stabil. (Kontan)
 
Fitch Ratings menegaskan rating jangka panjang Indonesia di BBB- dengan prospek stabil. Profil utang Indonesia didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, tingkat investasi yang tinggi, rasio utang pemerintah yang rendah dan menurun, serta kerangka kebijakan makro yang memadai secara umum. Meski demikian, Fitch mencatat beberapa kelemahan, antara lain tekanan pada pembiayaan eksternal, rata-rata pendapatan yang rendah, serta berbagai masalah yang mempengaruhi iklim usaha seperti infrastruktur fisik yang buruk dan korupsi. (Bloomberg)
 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.