Wednesday, October 31, 2012

Market Review 31/10/2012

Market Review
 
Wall Street akan beroperasi secara normal Rabu malam ini seperti yang diumumkan oleh New York Stock Exchange kemarin. Sementara itu, beberapa emiten menunda rilis kinerja kuartal III-2012, namun beberapa data ekonomi dirilis sesuai jadwal.


Keadaan darurat yang melanda New York menyebabkan beberapa emiten menunda rilis kinerja yang seharusnya dipublikasikan Senin dan Selasa, diantaranya emiten Pfizer, Office Depot, dan Thomson Reuters. Topan Sandy mengubah jadwal yang sudah direncanakan semula bagi segenap pelaku bisnis di pesisir Timur Amerika. Data ekonomi Amerika yang dirilis sesuai jadwal adalah indeks harga perumahan  S&P Case Shiller untuk bulan Agustus 2012 yang naik 2%yoy atau sedikit diatas estimasi konsensus pada 1,7%yoy.  Indeks yang mengukur rata-rata kenaikan harga residensial di 20 (dua puluh)  daerah metropolitan Amerika mengalami kenaikan selama 7 (tujuh) bulan berturut. 
 
Sementara itu, bursa saham Eropa kemarin rata-rata ditutup menguat 1 – 1,48% terutama atas rilis kinerja emiten yang sesuai dan diatas estimasi, serta suksesnya lelang obligasi negara Italia. Selasa kemarin Italia melaksanakan lelang obligasi negara untuk tenor 10 (sepuluh) dan 5 (lima) tahun dengan imbal hasil yang terjadi untuk tenor 10 tahun pada 4,92%, terendah sejak Mei 2011. Investor terlihat tidak memperdulikan resiko politik Italia dimana Perdana Mentri Italia terdahulu Silvio Berlusconi (Berlusconi merupakan tokoh dari salah satu partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Monti, dan dicabutnya dukungan tersebut bisa berdampak kepada pemilihan umum Italia yang dipercepat), pada hari Sabtu telah mengancam akan menggulingkan pemerintahan yang sekarang dipimpin oleh Mario Monti. 

News Highlights
 
Kalbe Farma (KLBF) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,24triliun hingga kuartal III-2012. Laba tersebut meningkat 16,7% dibandingkan periode sama 2011 senilai Rp 1,06triliun. Peningkatan laba KLBF didorong oleh kuatnya pertumbuhan penjualan yang hingga kuartal III-2012 bertumbuh 26% menjadi Rp 9,69triliun dibandingkan periode sama tahun 2011 pada Rp 7,69triliun. (Investor Daily)
 
AKR Corporindo (AKRA) membukukan laba bersih sebesar Rp 481,7miliar hingga September 2012 atau meningkat 14,5% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 420,5miliar. Hal ini dipicu peningkatan pendapatan sebesar 13,4% menjadi Rp 16,3triliun dari Rp 14,3triliun. Bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjadi kontributor pendapatan terbesar, yakni Rp 13,08triliun atau tumbuh 13% dari Rp 11,5triliun. Sedangkan pendapatan distribusi bahan kimia dasar tumbuh 17% menjadi Rp 2,2triliun. Sisa pendapatan disumbangkan segmen manufaktur sebesar Rp 571miliar dan bisnis logistic, pertambangan, serta perdagangan batubara Rp 438miliar. (Investor Daily)
 
United Tractors (UNTR) bisnis unit alat berat dan pertambangan grup Astra mencatat kenaikan laba bersih sebesar 2,75% pada triwulan III-2012 menjadi Rp 4,46 triliun, dari periode sama tahun 2011 Rp 4,34 triliun. Laba (unaudited) yang dibukukan tidak lepas dari pencapaian pendapatan yang meningkat 11% menjadi Rp 44,13 triliun dibandingkan Rp 39,75triliun periode sama tahun 2011. Unit usaha Kontraktor Penambangan (Mining Contracting) dan Pertambangan (Mining) menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan perseroan. Keduanya mengalami pertumbuhan masing-masing 26,3% dan 28,2%. Sementara usaha Mesin Konstruksi (Construction Machinery) mengalami penurunan omset 4,6%. (Bisnis Indonesia)
 
Agung Podomoro Land (APLN) membukukan kenaikan laba bersih sekitar 52,1% menjadi Rp 682,7miliar hingga kuartal III-2012. Sedangkan kenaikan pendapatan berkisar 31,6% menjadi Rp 2,67triliun. Mayoritas pendapatan perseroan disumbangkan penjualan properti berkisar Rp 2,92triliun atau setara dengan 83,2% dari total pendapatan kuartal III-2012. Adapun, sisanya dikontribusikan pendapatan sewa dan lain-lain sebesar Rp 598,9miliar. (Investor Daily)
 
Pemerintah mulai menggodok rancangan undang-undang (RUU) mengenai redenominasi rupiah. RUU ini diharapkan masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2013. Kajian akademis menganjurkan penghapusan tiga angka nol pada nilai rupiah sekarang. Menurut Bank Indonesia, redenominasi ini membutuhkan sosialisasi selama dua tahun dan masa transisi selama tiga tahun. Pada masa transisi, akan beredar dua mata uang, yakni rupiah lama dan rupiah baru, sedangkan barang dihargai dengan dua jenis mata uang ini. Setelah masa transisi, akan ada penarikan mata uang lama selama tiga tahun. Pada dua tahun berikutnya, kata ”baru” yang melekat pada mata uang pengganti akan dihapus. (Investor Daily)
 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.