Thursday, October 4, 2012

Market Review 04/10/2012

Dow Jones Rabu malam ditutup naik 12 poin atau 0,09% pada 13.495 terutama ditopang atas rilis data ekonomi yang diterima investor. Rilis data mampu memicu balik arah indeks DJIA kemarin setelah sempat berada pada teritori merah pada awal perdagangan.
 
Wall Street kemarin menerima rilis data penambahan lapangan kerja swasta versi lembaga swasta ADP Employer Services untuk bulan September 2012 yang berada pada tingkatan 162ribu unit vs. estimasi konsensus 133ribu unit. Selain itu, kemarin juga dirilis data indeks aktifitas sektor jasa dari ISM untuk bulan September pada 55,1 vs. estimasi konsensus pada 53. Terlihat investor saham Amerika bersiap-siap menerima rilis data tenaga kerja versi Departemen Tenaga Kerja Amerika Non Farm Payrolls yang akan diumumkan Jum’at ini.  Data ini dianggap lebih signifikan memberi dampak pada sikap investor. Namun demikian, sebahagian pihak menyatakan rilis data Non Farm Payrolls yang dibawah estimasi tidak akan memicu aksi jual signifikan pada pasar saham Amerika karena dimitigasi oleh aksi the Fed yang telah memutuskan untuk menggelontorkan QE3 sebanyak USD 40bn sebulan untuk membeli MBS.
 
Sementara itu harga komoditas WTI turun signifikan dalam perdagangan kemarin atas rilis data bahwa produksi minyak Amerika tertinggi dalam lima belas tahun, dan pada saat yang sama konsumsi pada tingkatan rendahnya.

News Highlights
 
Sentul City (BKSL) berencana akan menawarkan perumahan baru di kuartal keempat tahun ini. BKSL menawarkan hunian ekslusif Habiture Residence dengan kisaran harga Rp 4,5-13miliar per unit. Habiture Residences ini terdiri dari 105 unit rumah dengan konsep menyatu dengan alam. Pihak Sentul City berharap dengan adanya proyek terbaru ini akan menaikkan nilai penjualannya. (Neraca)
 
Sentul City (BKSL) membukukan prapenjualan Rp 407miliar hingga September 2012, naik 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 310,2miliar. Jumlah tersebut telah mencapai 68% dari total target Marketing Sales perseroan tahun ini sebesar Rp 600miliar, yang terutama disumbang oleh sektor perumahan. (Bisnis Indonesia)
 
Garuda Indonesia (GIAA) mencairkan 37,5% dari total pinjaman senilai USD 200juta yntuk tambahan modal kerja termasuk pembayaran uang muka pembelian pesawat atau PDP (pre delivery payment). Perseroan menyatakan akhir bulan lalu perseroan mencairkan USD 75juta dari total pinjaman sindikasi yang didapat senilai USD 200juta. (Bisnis Indonesia)
 
Bank Indonesia mengungkapkan kembali strateginya untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan. Menurut Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo, pihaknya akan memberi ruang bagi rupiah untuk melemah secara terukur untuk menekan impor dan mendukung ekspor. Menurutnya, bank sentral juga akan tetap memperkuat operasi moneter untuk mengelola likuiditas, menegaskan bahwa langkah ini bukan merefleksikan pengetatan kebijakan karena BI rate masih belum berubah. BI juga akan mengizinkan bank untuk menjalankan fungsi trustee dan menerapkan aturan loan to value bagi perbankan syariah. (Investor Daily)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.