Monday, October 15, 2012

Market Review 15/10/2012

Dow Jones Jum’at minggu lalu ditutup naik tipis 2 poin atau 0,02% pada 13.328 setelah sempat menyentuh tingkat tertinggi 13.401 hari itu atas rilis data indeks kepercayaan konsumen yang diatas estimasi. Namun, kembali, optimisme di Wall Street memudar atas kekhawatiran perkembangan di Eropa dan prospek rilis kinerja kuartal III-2012 yang lemah minggu ini.
 
Jum’at, dirilis indeks Michigan Sentiment untuk bulan Oktober 2012 pada tingkatan 83,1 vs. estimasi konsensus 78,5. Optimisme konsumen Amerika yang tercermin dalam indeks ini sempat menghantar DJIA ke 13.401, namun aksi jual kembali melanda indeks seiring dengan kembalinya kekhawatiran investor atas isu Eropa dan prospek kinerja kuartal III-2012.
 
Investor saham masih menunggu kapan Spanyol akan mengajukan proposal resmi ke lembaga internasional seiring dengan sudah disahkannya anggaran belanja mereka. Belum ada kepastian dari Mentri Keuangan Spanyol dan ini menambah tanda-tanya investor. Selain itu, Yunani baru saja merilis data tingkat penganggurannya yang berada pada titik rekor 25,1% untuk bulan Juli 2012. Pada saat yang sama, IMF dan EU masih belum menemukan kesepakatan untuk menanggulangi krisis utang Yunani selanjutnya. Yang menjadi isu utama adalah pilihan bunga yang lebih rendah, tenor yang diperpanjang, atau dana talangan lebih banyak. Namun yang diinginkan Yunani adalah pengurangan pokok terutang atau Haircut yang sulit untuk dipenuhi karena alasan politis. Yunani, sejak tahun 2010, sudah menerima dua paket talangan. Pada paket talangan yang kedua pada Maret 2012, telah disepakati Yunani harus memenuhi rasio hutang terhadap PDB sebesar 120% sampai tahun 2020. Namun, menurut pantauan IMF, tahun ini rasio hutang terhadap PDB Yunani akan mencapai 170,7%, dan akan mencapai 181,8% pada tahun 2013, atau sudah diatas target. Implikasinya adalah IMF tidak akan bisa menggelontorkan paket dana talangan selanjutnya sampai ada upaya Yunani bersama lembaga atau kreditor lain untuk menurunkan rasio hutang terhadap PDB tersebut. 



News Highlights
 
Semen Gresik (SMGR) membukukan volume penjualan semen sebanyak 16 juta ton pada kuartal III-2012. Penjualan itu naik 13,5% dibandingkan periode sama 2011 sebanyak 14,09 juta ton. Khusus September 2012, volume penjualan semen BUMN tersebut mencapai 2,13 juta ton, meningkat 28,3% dibandingkan September 2011 sebanyak 1,66 juta ton. Sementara itu, konsumsi semen nasional pada kuartal III-2012 mencapai 39,46 juta ton, naik 15% dibandingkan periode sama tahun lalu 34,31 juta ton. Konsumsi terbesar masih terjadi di Pulau Jawa sebanyak 21,76 juta ton, meningkat 15,5% dari 18,84 juta ton. (Investor Daily)
 
Tahun 2012, Semen Gresik (SMGR) menargetkan penjualan mencapai 23 juta ton. Dengan memperhitungkan kenaikan harga semen, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12%. (Investor Daily)
 
Induk perusahaan keuangan MNC Group, PT Bhakti Capital Tbk (BCAP), akan menjaring modal segar melalui penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD). Perseroan hendak merilis 87,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.000 per saham. Harga penutupan saham BCAP pada Jum’at kemarin pada posisi Rp 1.190 per saham. (Kontan)
 
 
Malindo Feedmill (MAIN) melebarkan sayap bisnisnya hingga ke hilir. Produsen pakan ternak dan distributor anak ayam usia sehari (DOC) ini siap memproduksi makanan olahan berupa sosis dan nugget. Produk baru tersebut mengusung merek Sunny Gold. (Kontan)
 
Malindo Feedmill (MAIN) menargetkan penjualan tahun ini tumbuh 25% hingga 30% menjadi Rp 3,25triliun hingga Rp 3,38triliun. Adapun laba bersihnya diproyeksikan meningkat 25% hingga 30% menjadi Rp 256miliar hingga Rp 267miliar. (Kontan)
 
Menurut Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo, neraca pembayaran Indonesia mengalami surplus US$ 1 miliar pada 3Q12, menyusul defisit US$ 2,8 miliar pada triwulan sebelumnya. Defisit neraca transaksi berjalan mencapai US$ 5,7 miliar, lebih rendah dari defisit US$ 6,9 miliar pada 2Q12. Sedangkan, surplus neraca transaksi modal dan finansial naik menjadi US$ 6,7 miliar pada 3Q12 dari US$ 5,5 miliar pada kuartal sebelumnya, ditopang oleh investasi langsung dan investasi portofolio asing serta penarikan utang luar negeri swasta. (Investor Daily)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.