Tuesday, October 2, 2012

Market Review 02/10/2012

Dow Jones Senin malam ditutup menguat 78 poin atau 0,58% pada 13.515 terutama atas balik arah teknikal dan atas rilis data yang diatas estimasi konsensus. DJIA sempat naik pada tingkat tertingginya 13.598 atau kenaikan lebih dari 1% atas rilis data indeks manufaktur ISM indeks untuk bulan September 2012 pada 51,5 vs. estimasi konsensus pada 49,7. Namun aksi beli berlanjut memudar seiring dengan pidato ketua bank sentral Amerika Bernanke di Indianapolis. Dalam pidatonya Bernanke menyatakan kembali komitmen bank sentral untuk menopang pertumbuhan Amerika dengan kebijakan moneter yang longgar dan kebijakan ini akan tetap dilanjutkan bahkan jika ekonomi sudah membaik. Walaupun hal ini merupakan penegasan atas dukungan bank sentral Amerika terhadap perekonomian, investor menanggapinya dengan kekhawatiran atas Eventual Exit Plan atau kekhawatiran atas kapan kira-kira bank sentral akan menghentikan dukungan ini. Hal ini memicu DJIA turun dari tingkatan tertingginya kemarin. 

News Highlights
 
Ace Hardware Indonesia (ACES) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% pada 2013 menjadi sekitar Rp 3,75triliun. Tahun ini, perseroan optimistis pendapatan mencapai Rp 3triliun atau tumbuh 25% dibandingkan 2011 sebesar Rp 2,4triliun. Perseroan menyatakan selalu mematok pertumbuhan pendapatan sekitar 20%-25% per tahun. Pertumbuhan itu bakal didukung oleh potensi pasar industri ritel. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan menambah 30 gerai hingga akhir 2015. (Investor Daily)
 
Ace Hardware Indonesia (ACES) akan memecah nilai saham (Stock Split) pada November 2012. Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham kemarin disetujui Stock Split dengan rasio 1:10. (Investor Daily)
 
Matahari Putra Prima (MPPA) membukukan peningkatan pendapatan sebesar 21% selama semester pertama 2012 menjadi Rp 5triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 4,1triliun. Hypermart menjadi kontributor pendapatan terbesar, yakni Rp 4,9triliun. Hypermart masuk dalam divisi Matahari Food Business (MFB). Sisa penjualan disumbangkan bisnis Timezone sebesar Rp 176miliar dan bisnis lainnya Rp 83miliar. Sejalan dengan itu, perseroan membukukan lonjakan laba bersih sebesar 91% pada semester pertama 2012 menjadi Rp 82miliar dari Rp 44miliar. (Investor Daily)
 
Gozco Plantation (GZCO) menargetkan bisa menambah sekitar 4.000 hektar (ha) areal tanam baru sepanjang tahun ini. Perseroan menyatakan meski pada paruh pertama tahun ini GZCO hanya merealisasikan penanaman seluas 500 ha, namun perseroan yakin target penanaman tahun ini bisa tercapai. Sampai akhir semester I tahun 2012, GZCO memiliki total lahan perkebunan seluas 80.000 ha di Sumatera Selatan. Jumlah tersebut terdiri dari lahan tertanam seluas 37.000 ha, areal penggunaan lain (APL) seluas 53.135 ha, dan sisanya lahan gambut yang belum bisa ditanami. (Kontan)
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September lalu di angka 0,01% mom (4,31% yoy). Pasca Idul Fitri, harga bahan pangan dan tarif transportasi mengalami penurunan. Di kelompok bahan makanan, terjadi deflasi 0,92% mom, sedangkan harga konsumen di segmen transpor terkikis 0,8%. Meski begitu, terjadi inflasi yang tinggi di dua kelompok komoditas. Di grup sandang, terjadi inflasi 1,47%, disokong oleh kenaikan harga emas perhiasan. Di kelompok pendidikan, harga juga meningkat 1,07% terkait dengan aktivitas di awal tahun ajaran. (BPS)
 
Ekspor turun 12,27% mom (-24,3% yoy) pada Agustus lalu, sedangkan impor jatuh 15,21% (-8,02% yoy). Dengan demikian, terjadi surplus perdagangan sebesar US$ 248,5 juta. Selama Januari–Agustus, ekspor mencapai US$ 127,17 miliar (-5,58% yoy), sedangkan impor mencapai US$ 126,67 miliar (+10,28% yoy). (BPS)
 
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 6,3%–6,5% yoy pada 3Q12. Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi, investasi asing, dan belanja pemerintah. (Kontan)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.