Wednesday, December 5, 2012

Market Review 5/12/2012

Market Review
 
Dow Jones Selasa malam ditutup turun 14 poin atau 0,11% pada 12.952 dengan indeks DJIA bergerak mixed di dua zona,namun tidak bisa bertahan pada kisaran tinggi kemarin di 13.022. Aksi jual pada pasar saham Amerika masih dipicu oleh isu berkisar pada perkembangan isu Fiscal Cliff. Wall Street tidak menerima rilis data ekonomi kemarin.
 
Presiden Obama sudah memberikan komentarnya ke publik atas prosposal yang diusulkan oleh partai Republik sehari sebelumnya. Inti dari komentar tersebut, adalah presiden Obama akan tetap menjalankan agenda pengenaan pajak bagi mereka dengan kelompok penghasilan di atas USD 250 ribu, namun terbuka untuk menurunkan tarif pajak tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari reformasi pajak yang akan dilakukan untuk menutup peluang penyalahgunaan (loopholes) dan pengurangan pajak (deductions) yang akan diproses pada tahun 2013. Presiden Obama mengatakan tidak cukup waktu tahun ini untuk melaksanakan reformasi keseluruhan pajak seperti yang diusulkan oleh partai Republik kemarin.
 
News Highlights
 
BRAU menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 116 juta pada 2013. Salah satu sumbernya berasal dari penerbitan obligasi sekitar USD 500 juta tahun depan dengan tenor lima tahun. (Investor Daily)
 
Lippo Karawaci (LPKR) menganggarkan belanja (capital expenditure) sebesar USD 600 juta pada 2013. Tahun ini, capex perseroan berkisar USD 400 – 450 juta dan telah direalisasikan sebanyak USD 300 juta hingga September lalu (Investor Daily).
 
Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK), salah satu emiten konstruksi swasta nasional di Indonesia, memperoleh kontrak baru senilai Rp 2,25 triliun hingga November 2012. Nilai kontrak tersebut naik 196% dibandingkan tahun lalu Rp 759 miliar.  (Investor Daily)
 
Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) menargetkan penjualan lahan di kawasan industri seluas 120 hektare atau senilai USD 216 juta pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)
 
Pemerintah membukukan pendapatan dan hibah sebanyak Rp 1.060 triliun, setara dengan 78,1% dari target setahun. Belanja negara tercatat senilai Rp 1.112,11 triliun atau 71,8% dari target, dengan belanja modal mencapai Rp 82,99 triliun atau masih 48,8% dari nilai yang dianggarkan. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, realisasi total belanja dan belanja modal masing-masing mencapai 70,7% dan 42,9%. (Kontan)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.