Thursday, June 20, 2013

Teka Teki The Fed Terjawab

Bursa saham AS melemah tajam pada penutupan perdagangan Rabu (19/6) tadi malam bereaksi negatif atas sikap the Fed. Chairman the Fed Ben S Bernanke menyatakan bank sentral akan mengurangi pembelian aset tahun ini karena ekonomi membaik.

Indeks S&P 500 turun 1,4 persen ke posisi 1.628,93 poin, koreksi terdalam sejak 31 Mei tahun ini.Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 1,4 persen atau 206,04 poin ke posisi 15.112,19 poin.
The Fed akan mengurangi pembelian surat utang secara bertahap tahun ini dan akan berakhir pada pertengahan tahun 2014, kata Bernanke. The Fed menyatakan konklusi pertemuan 2 hari FOMC melihat risiko perekonomian dan pasar lapangan kerja telah berkurang sejak musim gugur.
Meski begitu the Fed mengatakan akan mempertahankan pembelian surat utang 85 miliar USD per bulan dan diulang untuk ditambah atau dikurangi frekuensi pembeliannya tergantung kepada prospek lapangan kerja dan inflasi.

Para pejabat the Fed memperkirakan persentase pengangguran akan turun menjadi 6,5 persen sampai 6,8 persen hingga akhir tahun 2014 yang merupakan ambang batasnya untuk kemungkinan menaikkan suku bunga kredit acuan. FOMC juga mengantisipasi inflasi pada jangka menengah akan tetap atau dibawah target 2 persen.

Pada Desember bank sentral mengubah suku bunga patokan untuk menjaga prospek lapangan kerja dan inflasi. FOMC mengatakan bunga acuan akan tetap dalam kisaran dari nol sampai 0,25 persen sepanjang angka pengangguran di atas 6,5 persen dan inflasi tidak lebih dari 2,5 persen. Angka pengangguran di AS per Mei adalah 7,6 persen.

Fund Manager JP Morgan Fund Joseph Tanious menilai market frustasi karena banyak orang sedang berharap kejelasan lebih apakah pengurangan stimulus akan berlangsung dan kapan itu terjadi. Selain itu orang-orang pun berpengharapan the Fed akan menyatakan pertumbuhan ekonomi yang membaik tidak menjadi garansi untuk melakukan pengurangan stimulus. "Kedua hal itu mengecewakan," katanya.

Penetapan suku bunga terendah dan kebijakan pembelian aset the Fed menjadi amunisi rally di pasar saham yang mendongkrak indeks S&P 500 naik 147 persen dari posisi bearish di tahun 2009.

Rekor terbaik S&P 500 yang terakhir tercapai pada 21 Mei ketika mencapai level 1.669,16 poin sehari sebelum Ben S Bernanke mengatakan di hadapan Kongres bahwa the Fed dapat memulai pengurangan stimulus jika angka pengangguran turun berkelanjutan.
Yield surat utang bertenor 10 tahun naik 2 persen untuk pertama kalinya sejak Maret. Pada closing tadi malam yield obligasi 10 tahun naik 2,33 persen yang merupakan level tertinggi dalam 15 bulan terakhir.

Kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus akan mendorong naiknya yield surat utang sehingga mendorong para investor melakukan aksi jual saham-saham emiten yang memiliki dividen yield tertinggi.
(Bloomberg/mk)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.